Sat. Nov 27th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

2 Polisi Pakistan Tewas dalam Bentrokan Partai di Lahore

2 min read

Lahore – Sedikitnya dua polisi Pakistan tewas dalam bentrokan dengan pendukung partai radikal terlarang. Sebelumnya partai tersebut menyerukan pengusiran Duta Besar Prancis.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/10/2021), lebih dari 1.000 orang berkumpul di kota timur Lahore, memblokir jalan dan menuntut pembebasan pemimpin Tehreek-Labbaik Pakistan (TLP), Saad Rizvi.

Rizvi ditangkap pada bulan April, ketika pemerintah Pakistan melarang partai tersebut sebagai tanggapan atas protes anti-Perancis yang diwarnai kekerasan.

“Dua polisi tewas hari ini dalam menjalankan tugas selama bentrokan,” kata Rana Arif, juru bicara polisi Lahore, kepada AFP.

Mazhar Hussain, seorang pejabat polisi, mengatakan para pengunjuk rasa telah melemparkan bom bensin ke petugas ketika mereka bergerak untuk membersihkan protes.

“Masyarakat juga menggunakan tongkat dan melempari polisi dengan batu,” katanya.

TLP mengatakan tidak akan mengakhiri protes atau mengadakan pembicaraan dengan pemerintah sampai pemimpin mereka dibebaskan. Pendukung mengancam akan bergerak dalam konvoi menuju Islamabad, di mana polisi telah menutup jalan dengan kontainer pengiriman.

TLP telah melancarkan kampanye anti-Perancis sejak Presiden Perancis Emmanuel Macron membela hak majalah satir untuk menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad–tindakan yang dianggap menghujat oleh banyak Muslim.

Enam petugas polisi tewas pada bulan April, ketika TLP menggelar unjuk rasa berhari-hari yang melumpuhkan jalan. Ini menyebabkan kedutaan Perancis merekomendasikan semua warganya meninggalkan negara itu.

Kelompok ini sebelumnya telah menerima dukungan luas dari kelompok-kelompok agama arus utama, mempersulit upaya pemerintah untuk menindak partai tersebut.

Hanya sedikit isu yang menggembleng di Pakistan seperti penistaan, dan bahkan sedikit saja sugesti terhadap Islam dapat memicu protes, menghasut hukuman mati tanpa pengadilan, dan menyatukan partai-partai politik yang bertikai di negara itu.

Baca juga !