Tue. Sep 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Antisipasi Embargo, Dasco Minta Uji Klinis Vaksin dalam Negeri Dipercepat

2 min read

Jakarta –

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah mempercepat proses uji klinis vaksin Corona produksi dalam negeri. Dia menyebut hal ini diperlukan demi mengantisipasi embargo vaksin Corona oleh negara lain.

“Pemerintah perlu segera mempercepat proses uji klinis dan produksi vaksin dalam negeri. Baik itu vaksin Merah Putih maupun vaksin Nusantara. Jangan sampai kita menjadi korban embargo vaksin dan masyarakat menjadi korban,” kata Dasco kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Politikus Gerindra ini berharap proses produksi vaksin Merah Putih bisa dipercepat dan uji klinis tahap II vaksin Nusantara segera tuntas. Dia khawatir ada kelangkaan vaksin jika terjadi embargo.

“Mohon segera juga berkoordinasi dengan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan untuk uji klinis tahap II. Vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang cukup mendesak,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal proses vaksinasi. Dia mengatakan kecepatan vaksinasi harian Indonesia mencapai 500 ribu penyuntikan. Namun dia mengatakan ada kendala yang bisa menghambat vaksinasi.

Budi menyebut beberapa negara Eropa kembali mengalami lonjakan jumlah kasus COVID-19 gara-gara varian virus Corona baru. Jokowi, katanya, telah meminta pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro terus dilanjutkan.”Ada catatan yang kami sampaikan juga ke Presiden, karena terjadi lonjakan kasus di beberapa negara, termasuk di India, sehingga mulai terjadi embargo vaksin dan bisa mengganggu ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan. Terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo, sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin nantinya,” papar Budi.

“Beberapa negara Eropa sudah terjadi kenaikan kasus kembali. Kita amati terjadinya karena ada strain baru yang sudah ada di Indonesia sejak Januari dan adanya mobilitas yang terlalu agresif pembukaannya. Sehingga arahan Bapak Presiden, coba dicari titik keseimbangan agar hasil yang sudah bagus karena PPKM mikro dan vaksinasi kita tidak kehilangan momentum perbaikannya. Dengan demikian, kita diharapkan terus turun dan tidak mengalami lonjakan seperti di Eropa,” tutur Budi.

Baca juga !