Mon. Nov 28th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Balas Tsamara, PD Singgung Gagal Berprestasi tapi Minta Karpet Merah Istana

2 min read

Jakarta –

Politikus muda Tsamara Amany menyindir soal privilege atau keistimewaan seseorang terkait pidato Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal anak muda jangan diberi karpet merah. Demokrat menepis sindiran Tsamara dengan memamerkan capian AHY.

“Tidak ada istilah privilege dalam kamus Partai Demokrat. Sejak awal berdiri, partai ini tumbuh berkembang dengan visi berjuang bersama rakyat, dan dibingkai dalam ideologi yang menyeimbangkan nilai-nilai nasionalis dan religius,” kata Kepala Bakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Herzaky mengatakan AHY pernah mendapatkan penghargaan saat lulus dari Akmil. AHY, kata Herzaky, menjabat pimpinan tertinggi Demokrat pun melalui sejumlah perjuangan.

“Jangan salah, AHY pernah menerima Adhi Makayasa, penghargaan untuk lulusan terbaik Akademi Militer TNI AD angkatan 2000, dan yang menyematkannya kala itu Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Apakah itu merupakan privilege atau buah dari usahanya? Kalau itu dianggap privilege, sama saja artinya melecehkan institusi TNI dan presiden yang menyematkannya,” sambungnya.

Herzaky menceritakan, sebelum menjadi Ketum Partai Demokrat, AHY berjuang dengan visinya. Hal itu diawali dengan terjun langsung dalam gelanggang politik, lalu berkeliling Indonesia mendongkrak suara partai yang ditaksir hanya di bawah 5% oleh berbagai lembaga survei, namun kemudian terbukti memberikan dampak elektoral kepada Partai Demokrat di Pemilu 2019.

“Jika hari ini AHY dipilih secara aklamasi sebagai ketua umum, itu juga bukan privilege. Ini buah yang dia petik dari perjuangannya mendongkrak elektoral Partai Demokrat di Pemilu 2019 dan keyakinan bersama segenap kader di Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Toh, proses kongres dilaksanakan terbuka dan diikuti para pemilik suara sah di Partai Demokrat,” ucapnya.

Selain itu, Herzaky menyampaikan bahwa meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat sejak dipimpin AHY, bukan karena privilege. Kemampuan AHY memimpin para politisi lintas generasi, untuk saling berkolaborasi dan fokus penanganan pandemi ini, dinilai membuat Demokrat semakin banyak dilirik masyarakat.

“Beda cerita kalau diramal dapat suara 4,3% dan nyatanya cuma tercapai 1,8%, tetapi tetap ngoyo menawarkan 44 kader yang dianggap layak jadi menteri, itu namanya anak muda manja. Sudahlah gagal berprestasi, tapi masih minta privilege dan digelarkan karpet merah Istana,” imbuhnya.

Tsamara Amany sebelumnya menanggapi pidato AHY soal anak muda jangan diberi karpet merah. Tsamara menyindir soal privilege atau keistimewaan seseorang.

“Sudah waktunya orang yang punya privilege mengakui kalau mereka itu punya privilege, dibanding mengelak dan bicara ada-ada. Normalize admitting your privilege,” kata Tsamara.

“P.S: banyak anak muda gak tau apa itu karpet merah karena sejak kecil harus sekolah sambil part-time bantu ortu kerja,” kata dia.

Baca juga !