Thu. Sep 29th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Biden Kembali Danai Badan Pengungsi Palestina, PBB Sambut Baik

2 min read

Ramallah –

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyambut baik dan menyampaikan harapannya untuk Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden yang akan melanjutkan kembali pendanaan untuk pengungsi Palestina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (29/1/2021), di bawah mantan Presiden Donald Trump, pemerintah AS menghentikan dukungan dan pendanaan untuk badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina, Badan Bantuan dan Upaya PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat atau UNRWA.

Pada Selasa (26/1) pekan ini, utusan sementara AS untuk PBB, Richard Mills, mengungkapkan niat Biden untuk melanjutkan kembali pendanaan itu.

“Untuk memulihkan program bantuan AS yang mendukung pembangunan ekonomi dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” ucap Mills, namun tanpa menyebut UNRWA.

“Kami menyambut baik keputusan pemerintahan Biden untuk memulihkan bantuan kepada warga Palestina dan berharap untuk melanjutkan pembicaraan dengan mereka soal kembali dilanjutkannya bantuan untuk UNRWA,” ujar Alrifai dalam pernyataannya.Menanggapi hal itu, juru bicara UNRWA, Tamara Alrifai, memberikan sambutan baik.

Meskipun, Alrifai menyebut pendaanan dari AS diperkirakan tidak akan menutupi kekurangan finansial yang kini diderita UNRWA. “Tahun keuangan 2021 terlihat sangat sulit,” tuturnya.

Sementara anggaran keseluruhan akan tetap pada US$ 806 juta, sama seperti tahun 2020, penaksiran pendapatan dalam perkiraan terbaik akan memicu kekurangan yang telah diperkirakan, setara dengan operasional tiga bulan,” jelas Alrifai.

“Oleh karena itu, kami memperkirakan krisis arus kas pada Maret tahun ini. Lebih luas lagi, defisit yang diharapkan akan tidak bisa dihadapi dan bisa menyebabkan kolapsnya keuangan badan ini,” ucapnya.

“Perkiraan keuangan kami mempertimbangkan keterlibatan kembali pemerintahan AS yang diharapkan, jadi kami memprediksi sedikit lebih banyak pendapatan dari tahun 2020 tapi pendapatan yang sedikit meningkat ini tidak akan menutupi kewajiban besar yang sudah dimiliki UNRWA,” imbuh Alrifai.

Alrifai menyebut UNRWA memasuki tahun 2021 dengan kewajiban keuangan US$ 75 juta dari tahun keuangan terakhir, dan defisit tahunan diperkirakan mencapai US$ 200 juta pada tahun berjalan.

Baca juga !