Wed. Sep 28th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Biden Perintahkan Rilis Dokumen Rahasia Serangan 11 September

2 min read

Jakarta –

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan untuk merilis dokumen-dokumen rahasia hasil penyelidikan pemerintah atas serangan teroris 11 September 2001 atau dikenal sebagai serangan 9/11. Perilisan itu akan dilakukan selama enam bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Biden menanggapi tekanan dari keluarga nyaris 3.000 orang yang tewas dalam serangan 9/11 yang didalangi kelompok Al-Qaeda.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (4/9/2021), para keluarga korban telah lama berargumen bahwa dokumen-dokumen rahasia tersebut mungkin berisi bukti bahwa pemerintah Arab Saudi, sekutu dekat AS, memiliki hubungan dengan para pembajak yang menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center dan Pentagon.

“Hari ini, saya menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan Departemen Kehakiman dan lembaga terkait lainnya untuk mengawasi peninjauan deklasifikasi dokumen yang terkait dengan investigasi Biro Investigasi Federal soal 11 September,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Deklasifikasi harus dilakukan “selama enam bulan ke depan.”

“Kita tidak boleh melupakan rasa sakit abadi dari keluarga dan orang-orang terkasih dari 2.977 orang tak berdosa yang tewas dalam serangan teroris terburuk di Amerika dalam sejarah kita,” kata Biden.

Langkah itu dilakukan menjelang peringatan 20 tahun serangan 11 September itu, yang mendorong presiden saat itu George W. Bush memerintahkan invasi ke Afghanistan, di mana Taliban melindungi kepemimpinan Al-Qaeda.

Biden mengatakan “peristiwa yang dimaksud terjadi dua dekade lalu atau lebih, dan itu menyangkut momen tragis yang terus bergema dalam sejarah Amerika.”

“Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pemerintah Amerika Serikat memaksimalkan transparansi… kecuali jika alasan yang paling kuat menyatakan sebaliknya,” tandasnya.

Biden menarik pasukan AS terakhir dari Afghanistan minggu ini, menyelesaikan evakuasi dramatis dari bandara Kabul setelah Taliban mengalahkan pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan kembali berkuasa.

Dorongan untuk informasi lebih lanjut didorong oleh keluarga korban serangan 9/11 yang menuntut Arab Saudi atas dugaan keterlibatan dalam serangan mengerikan itu. Keluarga-keluarga telah lama menyatakan frustrasi pada banyaknya dokumen yang terus dirahasiakan.

Komisi resmi 9/11 yang dibentuk oleh Kongres AS, mengatakan “tidak ada bukti bahwa pemerintah Saudi sebagai lembaga atau pejabat senior Saudi secara individual mendanai” Al-Qaeda.

Baca juga !