Sat. Oct 8th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

China Bersedia Bersatu Kembali dengan Taiwan Lewat Cara Damai

2 min read

China terus berupaya untuk kembali menyatukan Taiwan. Namun, China mulai melunak dan bersedia menggunakan cara damai.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan Ma Xiaoguang mengatakan menjelang kongres Partai Komunis, yang diadakan sekali dalam lima tahun, China bersedia melakukan upaya maksimal dalam reunifikasi secara damai.

“Tanah air harus dipersatukan kembali dan pasti akan dipersatukan kembali,” ucap Ma seperti dikutip dari Reuters.

China telah mengusulkan model “satu negara, dua sistem” untuk Taiwan, Model ini mirip dengan yang diberlakukan di Hong Kong sebagai wilayah bekas jajahan Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997.

Lebih lanjut, Ma menjelaskan bahwa Taiwan dapat memberlakukan sistem sosial yang berbeda dari China. Hak yang diberikan China ini diambil guna memastikan cara hidup di Taiwan dihormati, termasuk kebebasan beragama. Namun, pemberian hak tersebut dibatasi oleh prasyarat untuk memastikan kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan.

AFP melaporkan bahwa klaim China atas wilayah yang diperintah secara demokratis ditolak oleh pemerintah Taiwan. Pemerintah Taiwan dengan tegas menyatakan hanya warganya yang dapat memutuskan masa depan wilayah tersebut ke depannya.

Berdasarkan hasil jajak pendapat, seluruh partai politik di Taiwan dan masyarakat menolak model yang diajukan oleh China. Gelombang penolakan juga menguat setelah China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada 2020, setelah kota tersebut menunjukkan sikap dan protes anti-pemerintah dan anti-China.

Secara historis, China terus menggunakan kekuatannya untuk membawa Taiwan dalam kendalinya. Misalnya ketika pemerintah China mengesahkan undang-undang yang melegalisasi segala tindakan militer terhadap China jika Taiwan berupaya memisahkan diri pada 2005.

Pernyataan reunifikasi damai juga bertentangan dengan sikap China yang enggan berbicara dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen sejak ia menjabat. China melihat bahwa Presiden Tsai adalah separatis, padahal di satu sisi ia kerap menawarkan dialog damai dengan dasar kesetaraan dan saling menghormati.

Baca juga !