Sun. Oct 2nd, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Corona Melonjak, Los Angeles Kembali Wajibkan Masker di Tempat Umum

2 min read

Jakarta –

Mengenakan masker di tempat umum dalam ruangan akan kembali diwajibkan di Los AngelesAmerika Serikat mulai akhir pekan ini. Otoritas kesehatan Los Angeles mengatakan, hal ini dilakukan karena peningkatan yang stabil dalam kasus infeksi virus Corona dan rawat inap.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (16/7/2021), Los Angeles adalah kota metropolitan besar AS pertama yang menerapkan kembali penggunaan masker — terlepas dari status vaksinasi — di toko-toko, toko kelontong, restoran, dan tempat kerja untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19.

Perintah penggunaan masker yang baru ini akan mulai berlaku pada Sabtu (17/7) tengah malam di Los Angeles.

Pada hari Kamis (15/7) waktu setempat, Los Angeles melaporkan 1.537 kasus infeksi baru – jumlah tertinggi sejak awal Maret, dan hari ketujuh berturut-turut jumlah kasus baru mencapai 1.000.

Sebelumnya, pejabat kesehatan AS mengumumkan pada pertengahan Mei lalu, bahwa warga Amerika yang telah divaksinasi penuh dapat mengucapkan selamat tinggal pada masker mereka, baik di luar maupun di dalam ruangan.

Namun, setelah mencapai puncaknya pada bulan April, kampanye vaksinasi AS telah melambat secara signifikan, meskipun banyak vaksin tersedia.

Peningkatan kasus COVID-19, terutama karena penyebaran varian Delta, membuat beberapa pejabat khawatir.

Sebagian besar orang yang dites positif COVID-19, beberapa di antaranya harus dirawat di rumah sakit, belum divaksinasi.

Sebelumnya, CNN melaporkan, kombinasi orang yang tidak divaksinasi dan jenis virus Corona varian Delta yang lebih menular, telah menyebabkan lonjakan pesat COVID-19 di Amerika Serikat.

Seperti diberitakan CNN, Kamis (15/7/2021), di 46 negara bagian, tingkat kasus baru minggu lalu setidaknya 10% lebih tinggi dari tingkat kasus baru minggu sebelumnya, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Bahkan di 31 negara bagian, kasus baru minggu lalu setidaknya 50% lebih tinggi dari kasus baru minggu sebelumnya.

Para dokter mengatakan, sebagian besar kasus baru COVID-19, rawat inap, dan kematian memiliki satu kesamaan: Mereka termasuk orang yang tidak divaksinasi.

Baca juga !