Wed. Oct 5th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

DK PBB Bakal Adakan Pertemuan Darurat Bahas Rudal Jelajah Korut

2 min read

Pyongyang –

Dewan Keamanan PBB berencana untuk melakukan pertemuan darurat dengan beberapa negara secara tertutup. Pertemuan tersebut dilakukan demi merespons Korea Utara (Korut) yang tengah melakukan uji coba rudal baru.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/9/2021), Dewan Keamanan PBB bakal melakukan pertemuan darurat usai Korea Utara dan Korea Selatan saling melakukan uji coba rudal balistik. Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Negara Prancis dan Estonia.

“Pertemuan itu diminta oleh Prancis dan Estonia,” kata seorang sumber diplomatik kepada AFP.

“Itu akan diadakan di balik pintu tertutup dan secara informal,” tambah sumber diplomatik tersebut.

Untuk diketahui, Beberapa hari sebelumnya, kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Korut sukses menguji tembak sebuah ‘rudal jelajah jarak jauh’ pada akhir pekan, yang disebut sebagai ‘senjata strategis yang sangat penting’.

Korut ada di bawah sanksi internasional untuk persenjataan nuklir dan program rudal balistiknya, yang diklaim diperlukan untuk membela wilayahnya dari invasi AS. Namun Korut tidak dilarang mengembangkan rudal jelajah.

Sementara untuk peluncuran rudal balistik pada pekan ini merupakan yang pertama dilakukan Korut sejak Maret lalu, dan jelas melanggar sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Negara-negara Tetangga Korut Bereaksi

Negara-negara tetangga Korea Utara (Korut) memberikan reaksi keras atas aktivitas terbaru rezim komunis itu dalam meluncurkan dua rudal balistik. Peluncuran rudal itu semakin meningkatnya ketegangan kawasan beberapa hari setelah Korut mengklaim sukses menguji tembak rudal jelajah dengan kemampuan nuklir.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (15/9/2021), Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) atau JCS dalam pernyataannya menyebut dua rudal balistik Korut ditembakkan pada Rabu (15/9) siang, sesaat setelah pukul 12.30 waktu setempat.

Dilaporkan JCS bahwa rudal-rudal Korut itu mengudara sejauh 800 kilometer hingga mencapai ketinggian maksimum 60 kilometer, sebelum jatuh ke laut.

“Korea Utara menembakkan dua rudal balistik tak teridentifikasi dari area pedalaman di tengah wilayahnya menuju pantai timur, dan otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan analisis secara detail untuk informasi lebih lanjut,” sebut JCS dalam pernyataannya.

Tak hanya itu, Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga menyebut peluncuran rudal Korut itu ‘keterlaluan’. Suga juga mengecam keras aktivitas balistik terbaru Korut yang disebut menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan.

Baca juga !