Fri. Jan 27th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Duta Besar Ukraina Tak Senang Cina Dukung Moskow

2 min read

Jakarta – Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, blak-blakan terkait sikap Cina yang memilih mendukung Moskow dalam invasi Rusia ke Ukraina. Hamianin mengaku tidak senang dengan sikap Cina yang cenderung terlalu dekat dengan Moskow.

Akan tetapi, dia melihat Beijing pun tampak sedikit menjaga jarak dan sedikit untuk terlibat secara langsung, karena tidak mau terdampak secara finansial.

“Saya tidak mengharapkan apa pun dari Cina. Seperti, dalam hal tekanan (krisis) ini. Namun, saya pikir mereka berbicara banyak tentang bahwa Cina adalah negara yang sangat peduli dengan kepentingan nasional. Mereka tidak peduli dengan orang Rusia,” kata Hamianin dalam wawancara khusus dengan Tempo di kantornya, Jumat, 4 Maret 2022.

Dalam kesempatan itu, Hamianin juga membenarkan adanya kerja sama penting antara negaranya dan Cina dalam bidang teknologi militer. Hamianin menyebut Cina memang pernah berbisnis di bidang itu dengan Ukraina. Di antarnya, transaksi kapal selam dan komponen mesin yang biasa digunakan untuk memproduksi pesawat atau helikopter.

“Mungkin ada juga, seperti misil, yang tentu baik. Ada juga perangkat, semacam self-targeting device. Kecil, tapi krusial, mereka mengimpor dari Ukraina,” kata Hamianin
Hamianin menjelaskan Cina tidak begitu bergantung pada Ukraina soal teknologi militer ini. Begitu juga dalam bidang lainnya. Ukraina dan Cina tidak terikat apapun, hanya kerja sama internasional biasa.
“Kerja sama kita (terutama), itu lebih kepada produk pertanian. Biji-bijian dan semacamnya. Dan mereka juga tidak bergantung pada ini. Jadi, itu hanya kerja sama antar teman, yang lumrah saja,” ujar Hamianin.
Sebelumnya, analis di bidang militer mengungkap peran strategis Ukraina sebagai pemasok penting baik teknologi, peralatan dan sumber daya manusia untuk pengembangan peralatan militer, hingga jet tempur Cina. Dukungan Cina kepada Rusia dalam konflik saat ini, dinilai akan makin mempersulit hubungan dagang kedua negara.

Baca juga !