Sun. Oct 2nd, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Final Euro 2020 Digelar di Wembley, Verratti Khawatirkan Wasitnya?

2 min read

Roma –

Final Euro 2020 akan mempertemukan Italia vs Inggris, dan akan digelar di Stadion Wembley. Wasitnya disoroti Marco Verratti, gelandang Gli Azzuri.

Dua tim sudah memastikan jadi finalis Euro 2020. Italia dan Inggris yang akan saling berhadapan.

Italia maju ke final, setelah mengandaskan Spanyol lewat adu penalti. Berimbang 1-1 hingga 120 menit, Gli Azzurri menang tos-tosan 4-2.

Sementara Inggris juga susah payah mengalahkan Denmark. Pasukan Gareth Southgate menang 2-1, dengan gol kemenangannya tercipta di babak tambahan. Final pun mempertemukan Italia vs Inggris di Stadion Wembley, London, Senin (12/7) dini hari WIB.

Inggris sedari awal memang difavoritkan juara. Alasannya, mereka mendapat keuntungan berstatus tuan rumah di semifinal dan final, ditambah generasi emasnya yang banyak dihuni pemain muda top. Selain itu, ada isu Inggris sudah disiapkan UEFA menjadi juara sebagai bentuk ‘terima kasih’ karena sudah menggagalkan proyek European Super League.

Terlebih laga akan digelar di Wembley, yang merupakan markas Inggris. Sorotan akhirnya tertuju pada wasit Bjorn Kuipers, yang dikhawatirkan bakal terpengaruh atmosfer Wembley saat memimpin Final Euro 2020.

Marco Verratti, gelandang Italia, meyakini hal-hal semacam itu takkan terjadi. Ia mengaku siap tampil total, dan meyakini jika Inggris akan lebih tertekan di di final nanti.

“Akan ada wasit hebat yang akan memainkan pertandingan hebat, dan tidak akan membiarkan dirinya terpengaruh oleh atmosfer Wembley. Ofisial ini sudah terbiasa dengan pertandingan Liga Champions, jadi kami tidak takut,” kata Verratti, dilansir Football-Italia.

“Ada tekanan, terutama di tim Inggris yang belum pernah memenangkan Euro, sehingga tim yang paling ingin menikmati dirinya sendiri dan merasa lebih jernih bisa mendapat keuntungan besar,” katanya.”Final mudah disiapkan, karena siapa pun yang bermain, baik dari awal atau hanya satu menit, akan memberikan nyawanya untuk tim. Ini adalah saat-saat yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi, meskipun kami berharap itu akan terjadi.”