Wed. Oct 5th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Gol Tendangan Bebas Porto Salah Ronaldo yang Jadi Pagar Betis

2 min read

Turin –

Gol kedua Sergio Oliveira terjadi akibat kesalahan dari pagar betis JuventusCristiano Ronaldo paling disorot karena langsung berbalik badan.

Juventus menang 3-2 dari FC Porto lewat perpanjangan waktu di Allianz Stadium pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (10/3/2021) dini hari WIB. Namun, kemenangan ini tak mampu mengantar Si Nyonya Tua ke perempatfinal.

Mereka kalah agresivitas gol tandang dari FC Porto usai agregat sama kuat 4-4. Ini terjadi karena Juventus pada leg pertama takluk 1-2 di markas Si Naga.

Bianconeri sebenarnya punya peluang sangat besar untuk membalikkan situasi di leg kedua. Porto unggul lebih dulu lewat penalti Sergio Oliveira di menit ke-19 sebelum Federico Chiesa kemudian mengemas brace (menit ke-49 dan 63) untuk memaksakan laga ke perpanjangan waktu.

Juventus sebenarnya di atas angin karena Porto bermain dengan 10 pemain usai Mehdi Taremi mendapat kartu merah di menit ke-54. Mereka juga terus menggempur lini pertahanan Porto.

Namun pada menit ke-115, petaka hadir untuk Juventus setelah Sergio Oliveira mencetak gol keduanya lewat tendangan bebas. Adrien Rabiot sempat mencetak gol dua menit berselang tapi hal itu tak cukup menolong tim asal Turin ini ke 8 besar.

Gol kedua Oliveira ke gawang Juventus dinilai beberapa pihak seharusnya tak perlu terjadi. Pasalnya, jarak tendangan bebasnya terbilang jauh dan sepakan Oliviera mendatar.

Pagar betis Juventus yang dibuat Alvaro Morata, Cristiano Ronaldo, dan Adrien Rabiot dianggap sebagai biang keladi lahirnya gol kedua Oliveira. Ronaldo yang paling mendapat sorotan.

Ini karena CR7 langsung memunggungi Oliveira untuk menghadap ke gawang. Bola pun meluncur di antara celah kakinya membobol gawang Juventus.

 

 

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mengakui bahwa gol Oliveira lahir akibat kesalahan pagar betis timnya. Menurutnya, pagar betis Juventus terlalu meremehkan tendangan Oliveira.

“Kami memilih pemain untuk menjadi paga betis. Belum pernah terjadi sebelumnya bahwa mereka berbalik badan; mungkin karena sangat jauh sehingga dianggap tidak bahaya,” ujar Pirlo dikutip dari situs UEFA.

“Itu adalah kesalahan: biasanya tidak terjadi. Para pemain tidak merasa itu adalah situasi berbahaya sehingga kami harus kebobolan. “