Fri. Sep 30th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

HUT Jakarta ke 494, Yuk Kenali 6 Kuliner Legendaris di Ibukota

3 min read

Ibukota DKI Jakarta berulangtahun ke-494 hari ini, 22 Juni. Meski dikenal sebagai kota metropolitan dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi, Jakarta juga punya berbagai kuliner menarik untuk menggaet wisatawan.

Belum kenal dengan kuliner legendaris ibukota? Jangan sedih, ShopeePay merangkumnya khusus dalam program #JajananLokal di Jakarta.

1. Kopi Es Tak Kie (1927)

Dimulai dengan secangkir es kopi yang wangi dan nikmat dari kedai Kopi Es Tak Kie. Didirikan oleh seorang perantau dari Tiongkok bernama Liong Kwie Tjong, Kopi Es Tak Kie merupakan kedai kopi legendaris yang ada di Jakarta sejak 1927. Nama Tak Kie sendiri mengandung pesan khusus yang ingin disampaikan oleh pemiliknya yaitu agar para penerusnya selalu tampil sederhana dan kerja keras.

Memasuki generasi ketiga, Kopi Es Tak Kie kini telah berkembang menjadi lima cabang. Dengan tetap menjaga cita rasa klasik secara turun-temurun, Kopi Es Tak Kie senantiasa beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui promosi di media sosial, hingga menyediakan layanan pembayaran digital untuk menjaga eksistensi lintas generasi.

2. Soto Betawi H. Ma’ruf (1943)

Untuk santap siang, soto betawi bisa menjadi salah satu opsi yang menarik. Sejak tahun 40-an sebelum Indonesia merdeka, Haji Ma’ruf, orang Betawi asli Cikini memilih berjualan soto pikul keliling.

Pada tahun 60-an, barulah Haji Ma’ruf mulai mendirikan tenda dan setelahnya restoran di daerah Cikini. Hadir dengan keunikan tersendiri, Haji Ma’ruf menambahkan sedikit susu sapi murni untuk membuat kuah sotonya menjadi semakin gurih dan sedikit mengental.

3. Mie Gondangdia (1968)

Mie legendaris ini sudah ada di Jakarta sejak 1968. Berlokasi di Jalan RP Soeroso No. 36, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, kedai Mie Gondangdia memang cukup unik, pasalnya tidak ada plang atau penanda di depan gerainya.

Memasuki generasi ke-4, Mie Gondangdia masih mempertahankan resep dan cita rasa autentiknya. Tekstur mie yang kenyal dicampur potongan ayam, sawi, jamur, dan bumbu rahasia mampu menarik perhatian banyak orang, termasuk Presiden ke-5 RI, Megawati.

4. Es Pluit Acen (1985)

Sebagai selingan dan penyegar dahaga, kedai es legendaris yang satu ini tidak boleh dilewatkan. Hadir sejak tahun 1985, Es Pluit Acen menjadi destinasi jajanan favorit warga Jakarta yang menyajikan 24 varian es beserta 30 jenis topping pendamping yang dapat dipilih sesuai selera.

Di tengah banyaknya varian es saat ini, kesegaran dan cita rasa khas yang ditawarkan Es Pluit Acen tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat.

5. Sop Buntut Ibu Samino (1973)

Kali ini giliran hidangan klasik yang mengenyangkan. Berdiri sejak tahun 1973 di Bendungan Hilir, Sop Buntut Ibu Samino kini telah memiliki total 11 cabang yang tersebar di berbagai wilayah. Para penggemar Sop Buntut Ibu Samino tentunya sudah tak asing dengan beberapa menu andalannya, seperti sop buntut bakar, sop buntut balado, hingga sop buntut goreng.

Walaupun tetap menjaga autentisitas rasa dan kesederhanaan gerai, Sop Buntut Ibu Samino turut bertransformasi sesuai kebutuhan masyarakat dengan menyediakan layanan pembayaran digital.

6. Sate Sambas Udin Kelana (1960-an)

Jalan-jalan ke Ibukota coba mampir ke Jalan Sambas, Jakarta Selatan. Sebab di sana salah satu kawasan kuliner favorit sejak dulu. Dari sekian banyak pedagang yang ada di jalan Sambas, gerobak Sate Udin Kelana salah satu penganan ikonik yang sudah ada sejak tahun 1960-an.

Sate Sambas Udin Kelana dikenal dengan potongan daging ayamnya yang besar dan empuk, ditambah dengan siraman bumbu kacang kental, irisan cabai serta bawang merah yang berpadu harmonis. Sate Udin Kelana juga menyediakan menu unik, yaitu telur ayam muda yang dibakar bersama daging dan kulit ayam yang renyah.

Baca juga !