Thu. Oct 6th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Israel Buka Kedutaan, Bahrain: Ini untuk Menyebarkan Perdamaian

2 min read

Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid memulai kunjungan penting ke Bahrain untuk membuka kedutaan Israel, satu tahun setelah normalisasi hubungan yang dimediasi Amerika Serikat.
Diplomat top Israel itu mendarat di bandara Manama pada Kamis (30/9) waktu setempat, lebih dari satu jam sebelum penerbangan Gulf Air A320 lepas landas ke arah yang berlawanan untuk penerbangan komersial pertama antara kedua negara.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/10/2021), anggota kru pesawat mengibarkan bendera Bahrain dan Israel dari jendela kokpit jet penumpang ketika mendarat kemudian di bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv.

Penerbangan Bahrain dan kunjungan menteri bilateral pertama Israel ke negara Teluk tersebut adalah bagian dari mencairnya hubungan regional setelah Uni Emirat Arab, Maroko dan Sudan juga sepakat tahun lalu untuk membangun hubungan dengan Israel di bawah perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Abraham.

“Kami telah secara resmi membuka kedutaan Israel di Bahrain,” tulis Lapid di Twitter.

“Kami sepakat bahwa pada akhir tahun, akan ada pembukaan kedutaan Bahrain di Israel,” imbuhnya.

Lapid bertemu dengan Raja Hamad bin Isa Al-Khalifa, dalam apa yang oleh media Israel disebut sebagai pertemuan publik pertama seorang raja Teluk dengan seorang pejabat Israel.

Diplomat top Israel itu juga bertemu dengan Putra Mahkota Sheikh Salman bin Hamad Al-Khalifa dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani.

Zayani dan Lapid juga mengadakan konferensi pers, di mana mereka menandatangani sejumlah nota kesepahaman — mulai dari kerja sama dalam pelestarian lingkungan hingga olahraga.

“Kunjungan Anda dibangun di atas kemajuan besar yang telah kita buat … dan sekali lagi menggarisbawahi keinginan bersama kita untuk menyebarkan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di Timur Tengah dan mencapai keamanan dan kemakmuran yang sejati dan abadi bagi rakyatnya,” kata Zayani.

Dalam pertemuan itu, Zayani menegaskan kembali komitmen Bahrain pada solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Lapid mengatakan bahwa dia juga adalah “pendukung setia solusi dua negara” tetapi menekankan dia tidak berbicara atas nama pemerintah.

“Saya pikir itu solusi yang tepat untuk rakyat Israel dan juga Palestina. Tapi tidak semua orang di pemerintahan kita berpikiran sama,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pembukaan kedutaan “akan melambangkan kerja sama diplomatik di antara kita”.

Uni Emirat Arab, Bahrain dan Maroko menjadi negara Arab pertama dalam beberapa dekade yang menormalkan hubungan dengan Israel tahun lalu, menyusul negosiasi yang dipelopori oleh mantan presiden AS Donald Trump.

Negara Yahudi itu sebelumnya telah mencapai perjanjian damai dengan negara tetangga Mesir dan Yordania.

Pada peringatan satu tahun pertama perjanjian damai tersebut, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berjanji untuk melanjutkan upaya pemerintah Trump.

“Pemerintahan ini akan terus melanjutkan upaya yang berhasil dari pemerintahan terakhir untuk menjaga agar normalisasi terus berjalan,” kata Blinken.

“Kami akan mendorong lebih banyak negara untuk mengikuti jejak Emirat, Bahrain dan Maroko. Kami ingin memperluas lingkaran diplomasi damai,” imbuhnya.

Baca juga !