Sun. Sep 25th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Israel Tawarkan Suntikan Ketiga Vaksin Corona ke Warga Dewasa Berisiko

2 min read

Yerusalem –

Israel akan mulai menawarkan dosis ketiga vaksin Corona jenis Pfizer kepada warga dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Israel masih masih mempertimbangkan apakah akan membuat suntikan ketiga tersedia untuk masyarakat umum.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/7/2021), penyebaran cepat Corona varian Delta telah membuat tingkat vaksinasi di Israel naik kembali karena infeksi baru telah meningkat selama sebulan terakhir. Dari satu digit menjadi sekitar 450 sehari, dan negara itu telah bergerak untuk mempercepat pengiriman Pfizer berikutnya.

Menteri Kesehatan Nitzan Horowitz mengatakan bahwa orang dewasa dengan gangguan sistem kekebalan yang telah menerima dua dosis vaksin Pfizer bisa mendapatkan suntikan ketiga dengan keputusan menunggu distribusi yang lebih luas.

Pfizer dan mitranya BioNTech SE, pemasok utama dalam vaksinasi cepat Israel, mengatakan pada hari Kamis (8/7) bahwa mereka akan meminta regulator AS dan Eropa dalam beberapa minggu untuk mengizinkan suntikan ketiga.

Kritik dari beberapa ilmuwan dan pejabat, perusahaan tidak membagikan data yang menunjukkan risiko, tetapi mengatakan akan segera dipublikasikan. Mereka juga mengutip data Israel baru-baru ini.

“Kami sedang memeriksa masalah ini dan kami masih belum memiliki jawaban akhir,” Horowitz.

“Bagaimanapun kami memberikan suntikan ketiga untuk orang yang menderita defisiensi imun,” ujarnya.

Israel tidak akan terburu-buru mengambil keputusan tentang suntikan ketiga untuk masyarakat umum, kata Sharon Alroy-Preis, kepala kesehatan masyarakat di Kementerian Kesehatan.Sekitar setengah dari 46 pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit di Israel dalam kondisi parah telah divaksinasi, dan mayoritas berasal dari kelompok berisiko, menurut otoritas kesehatan. Sekitar 5,7 juta dari 9,3 penduduk Israel telah menerima setidaknya satu dosis.

“Ini agak rumit. Kami saat ini melihat wabah sebagian besar di antara anak-anak dan orang tua mereka yang belum tentu divaksinasi pada Januari dan Februari dan kami perlu mengidentifikasi bias (statistik),” kata Alroy-Preis.

Masih belum jelas, Alroy-Preis menambahkan, apakah vaksin itu kurang efektif terhadap varian Delta dan apakah tingkat penyakit di antara mereka yang divaksinasi pada Januari dan Februari lebih tinggi daripada mereka yang diinokulasi kemudian.

Baca juga !