Sat. Oct 8th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Kisah Desa Ramah Burung di Kulon Progo: Dulu Memburu, Kini Melindungi

3 min read

Kulon Progo – Kalurahan Jatimulyo di Kulon Progo jadi rumah bagi ratusan spesies burung. Dulu warga desa ini hobi berburu burung, namun sekarang malah melindungi mereka.
Kalurahan Jatimulyo berada di Kapanewon Girmulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelum didapuk jadi desa ramah burung, banyak warga di sini dahulu bekerja sebagai pemburu burung sebelum akhirnya taubat dan ikut aktif dalam upaya melestarikan satwa tersebut.

Salah satu mantan pemburu itu ialah Kelik Suparno (41). Warga Dusun Gunung Kelir, Jatimulyo ini bercerita, sejak kecil ia sudah aktiv berburu burung. Hal ini tak lepas dari banyaknya warga di sekitar tempat tinggalnya yang terlebih dulu jadi pemburu.

“Walah di tempat saya itu kalau satu RT lebih dari 100 KK (jadi pemburu), kalau mau dishoot itu yang duduk di sana juga (mantan) pemburu semua,” ujar Kelik saat ditemui detikcom di Jatimulyo, belum lama ini.

Aktivitas perburuan di Jatimulyo yang sudah turun-temurun itu tak lepas dari tingginya permintaan pasar. Kelik sendiri, mengincar burung kicauan karena memiliki nilai jual yang tinggi.

“Dulu yang diburu terutama yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Seperti jenis sulingan, ulo, terus burung-burung yang kicauan terutama,” ujar Kelik.

Desa Jatimulyo ramah burung Foto: (Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Burung hasil buruan itu kemudian dijual ke penghobi. Harganya terbilang lumayan, di atas Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta per ekor. Kelik pun menikmati hasil usaha itu. Sampai pada satu titik ia memutuskan tobat.

Momen pertobatan itu terjadi saat Kelik yang memiliki usaha perkebunan kopi mulai jarang mendengar kicauan burung di kebunnya. Hilangnya suara itu membuat suasana jadi sepi.

Ia pun teringat dengan aksinya memburu burung dan berprasangka bahwa hilangnya kicauan itu karena perbuatannya.

“Alasan taubat karena saya punya kebun dan sering ke kebun kok merasa sepi ya enggak ada kicauan burung, dan mulai berpikir, jangan-jangan karena perbuatan saya,” kata dia.

Tak hanya itu, keputusan berhenti dari aktivitas perburuan ini juga dikarenakan tempat usaha kopi miliknya sering didatangi para pengamat burung. Mereka ini sengaja datang untuk melihat langsung burung-burung di Jatimulyo.

“Banyak tamu-tamu yang datang ke tempat saya untuk pengamatan burung, nah saya juga malu kan, masa ditempati, saya masih berburu burung,” ujarnya.

Kelik benar-benar berhenti dari aktivitas perburuan burung pada sekitar 2015 lalu. Bersamaan dengan itu terbit Peraturan Desa Jatimulyo no 8/2014 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup yang ada di Jatimulyo.

Perdes ini diterbitkan setelah adanya keresahan dari warga dan para pengamat burung terhadap keberadaan satwa tersebut di Jatimulyo yang mulai jarang ditemui imbas masifnya perburuan liar. Kelik jadi salah satu penggagas perdes tersebut.

Berjalannya waktu, Kelik dan warga yang mayoritas mantan pemburu pun kini bertransformasi dari musuh para burung menjadi pelindung kelestarian satwa itu. Kelik sendiri sekarang didapuk sebagai Kepala Divisi Konservasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi Jatimulyo.

Desa Jatimulyo ramah burung Foto: (Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Tugasnya KTH ini antara lain memantau habitat burung dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa tersebut.

“Tugas kami mulai dari mengedukasi masyarakat, pemasangan plang, penanaman pohon untuk menjaga habitat, melaksanakan program-program semacam adopsi sarang, pendataan burung, pengamatan dan pendataan sarang, lalu menjaga habitat burung, kalau misalnya ada yang berkurang biasanya diberikan tanaman yang untuk mendukung habitatnya,” ucap Kelik.

Berhentinya aktivitas perburuan yang kemudian berganti dengan upaya konservasi itu berdampak positif bagi kelestarian burung di Jatimulyo. Ini bisa dilihat dari jumlah spesies yang ditemui setiap tahunnya terus meningkat, dari yang sebelumnya berkisar 90 jenis saat ini bertambah jadi 115 atau separuh dari 227 total spesies burung di Kabupaten Kulon Progo ada di sana.

Baca juga !