Sun. Oct 2nd, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Mengerikan Rusuh Capitol Terungkap Saat Trump Hadapi Pemakzulan

3 min read

Washington DC –

Seorang jaksa sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump, Jamie Raskin, menceritakan momen mengerikan yang dialaminya sendiri saat kerusuhan di gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/2/2021), anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat itu mengulang memori menegangkan dimana saat itu anggota keluarganya yang ikut menemaninya bekerja nyaris disergap oleh para perusuh yang menyerbu Gedung Capitol.

Sidang yang dipimpin Raskin pada Selasa (8/2) siang waktu setempat menjerat Trump atas tuduhan dakwaan penghasutan pemberontakan terkait rusuh Gedung Capitol.

Dalam argumen pembukanya, Raskin dengan emosional dan beberapa kali terhenti karena menahan air mata, menceritakan kisahnya saat dia terpisah dari anggota keluarganya yang sempat dalam bahaya saat perusuh menyerbu Gedung Capitol.

Saat itu, Raskin masih diliputi duka karena putranya tewas bunuh diri pada malam Tahun Baru. 6 Januari menjadi hari Raskin pertama bekerja setelah anak laki-lakinya meninggal dunia. Dia membawa serta putri bungsunya, Tabitha dan menantunya, Hank, yang merupakan suami dari anak perempuan Raskin, Hannah.

Keduanya datang untuk menyaksikan Kongres AS mengesahkan hasil pilpres yang dimenangkan Presiden Joe Biden. Raskin memberitahu mereka saat itu bahwa meskipun pendukung Trump akan berdemo, Gedung Capitol akan aman.

Raskin menuturkan para koleganya baik dari Partai Demokrat maupun Partai Republik juga memberikan kata-kata penghiburan kepadanya. “Banyak Republikan dan Demokrat datang menemui saya. Dan saya merasa sedikit terangkat dari penderitaan,” tutur anggota DPR AS berusia 58 tahun ini.

Menurut Raskin, anak dan menantunya menonton dirinya saat berpidato di ruang sidang Senat AS pada saat itu. Setelah itu mereka kembali ke kantorStenyHoyer, sesama anggota DPR AS dari Partai Demokrat yang mewakili Maryland. Tiba-tiba sesaat setelah itu, pendukung Trump menyerbu masuk ke Gedung Capitol.

“Itu menjadi suara yang tidak akan pernah saya lupakan — suara gedoran di pintu seperti alat pendobrak, suara paling menghantui yang pernah saya dengar,” tutur Raskin menggambarkan momen saat ratusan pendukung Trump masuk ke dalam Gedung Capitol yang memaksa para anggota parlemen bersembunyi.

Saat para anggota parlemen menyadari apa yang terjadi, sudah terlambat bagi Raskin untuk menemui anak dan menantunya. “Saya tidak bisa keluar untuk berada di sana di kantor (Hoyer),” ucapnya.

“Mereka bersembunyi di bawah meja, mengirimkan apa yang mereka pikir sebagai pesan terakhir dan membisikkan panggilan telepon untuk mengucapkan selamat tinggal. Mereka mengira mereka akan mati,” tutur Raskin di hadapan para Senator AS yang menjadi juri pengadilan dalam sidang pemakzulan Trump.

Ketiganya akhirnya berhasil selamat tanpa cedera. Raskin menyebut dirinya langsung memeluk putrinya dan meminta maaf, berjanji situasinya akan berbeda jika dia datang ke Gedung Capitol selanjutnya. “Dia berkata, ‘Ayah, saya tidak ingin kembali ke Capitol’,” tuturnya.

“Itu, dan melihat seseorang menggunakan tiang bendera Amerika, benderanya masih terpasang, untuk menombak dan memukul salah satu polisi kita dengan kejam, tanpa ampun, disiksa dengan tiang yang benderanya masih terpasang yang dia bela,” ujarnya.Raskin terhenti sebentar dan melanjutkan: “Dari semua hal brutal mengerikan yang saya lihat dan dengar pada hari itu, dan sejak saat itu, itulah yang paling mengena pada saya.”

“Senator, ini tidak bisa menjadi masa depan kita,” tandas Raskin dalam argumen pembuka yang disampaikan sebelum Senat AS menggelar voting untuk menentukan apakah sidang pemakzulan Trump ini konstitusional dan bisa dilanjutkan.

Baca juga !