Tue. Nov 29th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Menlu Rusia: AS Bermain Api di Taiwan, Mereka Janjikan Dukungan Militer

2 min read

Rusia menyebut, Amerika Serikat telah bermain dengan api terkait intervensi mereka terhadap konflik antara Taiwan dan China.

Hubungan China dengan Taiwan dan AS memanas setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada awal Agustus. Akibatnya, China geram dan langsung melakukan latihan militer sekala besar.

“Mereka bermain api di sekitar Taiwan. Selain itu, mereka menjanjikan dukungan militer ke Taiwan,” kata Menlu Rusia Sergei Lavrov di Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (25/9) dikutip dari Reuters.

Sedangkan Menlu China Wang Yi sebelumnya telah berbicara terkait hubungan mereka dengan Taiwan. Ia menyebut Beijing ingin menggunakan cara damai agar Taiwan menjadi wilayah mereka.

Ia mengingatkan akan ada tindakan tegas terhadap para kelompok separatis. Termasuk pihak luar yang ingin mencampur masalah China dan Taiwan.

“Hanya dengan secara tegas mencegah kegiatan separatis, kita dapat membangun fondasi sejati untuk reunifikasi damai. Hanya ketika China benar-benar bersatu kembali, perdamaian abadi di Selat Taiwan dapat tercipta,” kata Wang.

Tentara berjaga-jaga sebelum latihan militer tembakan langsung di Pingtung, Taiwan. Foto: Ann Wang/REUTERS

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin secara eksplisit mendukung China atas Taiwan.

“Kami bermaksud untuk secara tegas mematuhi prinsip ‘Satu China’,” kata Putin pekan lalu.

“Kami mengutuk provokasi oleh Amerika Serikat dan satelit mereka di Selat Taiwan,” lanjut dia.

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menyambut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi di Bandara Songshan Taipei di Taipei, Taiwan, Selasa (2/8/2022). Foto: Kementerian Luar Negeri Taiwan/Handout via REUTERS

Sebelumnya kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus memicu kontroversi.

Pelosi memutuskan tetap mengunjungi Taiwan di tengah kecaman dan peringatan China atas konsekuensi yang dapat ditimbulkan.

Pasalnya, China berkomitmen pada kebijakan ‘Satu China’, yang artinya Taiwan adalah bagian dari China dan akan diklaim kembali suatu saat nanti, bagaimanapun caranya.

Taiwan yang selama bertahun-tahun menjalankan pemerintahannya sendiri, urung untuk menganut kebijakan yang sama dan menjadi bagian resmi China.

Baca juga !