Mon. May 16th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Milan Sedang Bagus, tapi Jangan Coret Juventus dari Persaingan Scudetto

2 min read

Jakarta –

Juventus belum menyerah dalam persaingan gelar merebut scudetto musim ini. Kemenangan atas AC Milan menegaskan hal tersebut.

Start Juventus di Serie A 2020/21 tak sebaik musim lalu. Bersama pelatih baru Andrea Pirlo, yang juga baru menjalani debut manajerial, perjalanan Bianconeri agak terhambat di awal.

Hal itu dibuktikan dengan hasil-hasil yang ada. Sebelum bertemu Milan, Bianconeri baru mengumpulkan 27 poin dari 14 giornata dan duduk di urutan tujuh klasemen.

Padahal, dengan jumlah laga yang sama di musim lalu, Juventus asuhan Maurizio Sarri mengumpulkan 36 poin dan nangkring di urutan kedua, sebelum akhirnya finis sebagai juara.

BARCELONA, SPAIN - DECEMBER 08: Head coach Andre Pirlo of Juventus looks on during the warm up prior to the UEFA Champions League Group G stage match between FC Barcelona and Juventus at Camp Nou on December 08, 2020 in Barcelona, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by David Ramos/Getty Images)Menjalani debut manajerial musim ini, banyak yang meragukan Pirlo bisa langsung sukses di musim pertama. Foto: Getty Images/David Ramos

Para pesaing pun kini semakin banyak. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana Juventus terbiasa melaju kencang sendirian, kini AC Milan, Inter Milan, hingga AS Roma terus menunjukkan konsistensi dan mencoba mengganggu zona nyaman Cristiano Ronaldo dkk.

Wajar bila suara-suara yang mengatakan ‘Juventus mulai habis’ pun samar-samar mulai terdengar. Waktunya tim baru yang menjadi juara, waktunya Juventus merelakan singgasananya. Pirlo pun dianggap belum siap betul mengemban tekanan besar.

Namun di tengah-tengah nada miring, Juventus menunjukkan bahwa mereka adalah juara bertahan Serie A. Laga melawan Milan sang capolista sementara musim ini menjadi pembuktian siapa sebetulnya The Old Lady.

 

Mengambil keuntungan dari pincangnya skuad Milan, dua gol Federico Chiesa dan satu gol dari Weston McKennie memastikan kemenangan Juventus. Milan hanya bisa membalas lewat Davide Calabria, si bek sayap yang dipasang sebagai gelandang bertahan darurat.

Kemenangan tetaplah kemenangan, dan Juventus melesat ke posisi empat dengan 30 poin, terpaut 7 angka dari Milan, namun Juventus masih memiliki satu laga tabungan. Artinya, ada kemungkinan mempertipis jarak.

Tiga poin ini disambut sukacita oleh para penggawa Bianconeri, setidaknya jika dilihat di media sosial. Misalnya kiper Wojciech Szczesny, yang menegaskan timnya belum habis seperti yang dikatakan orang.

MILAN, ITALY - JANUARY 06: Weston McKennie of Juventus F.C. celebrates after scoring his sides third goal with Dejan Kulusevski of Juventus F.C. during the Serie A match between AC Milan and Juventus at Stadio Giuseppe Meazza on January 06, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)Para pemain Juventus merayakan gol ke gawang Milan. Foto: Getty Images/Marco Luzzani

Musim masih panjang, persaingan masih berat. Jangan lupakan juga pandemi COVID-19 yang bisa sewaktu-waktu mengganggu jadwal dan berimbas pada kesiapan tim.”Banyak orang yang ingin melihat kami ‘mati’, tapi saat ini yang ada kami semakin hidup!” ujar kiper asal Polandia itu.

Milan tetap diunggulkan menjadi juara, setidaknya melihat posisi mereka saat ini. Inter juga masih kuat, begitu pula Roma yang diam-diam menghanyutkan. Namun Juventus masih bernapas lega, dan tak tertutup kemungkinan tancap gas setelah kemenangan ini.