Fri. Oct 7th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Motif Pengeroyokan Mahasiswa UINSA oleh Panitia Ospek Sampai Kepala Bocor & Luka Tusuk

2 min read

SURABAYA – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) digegerkan dengan pengeroyokan tiga mahasiswa.

Ketiga korban itu, yakni Muhammad Maulana, Agung Laksono, dan Multazam.

Mereka babak belur setelah dipukuli oleh panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) atau yang akrab dikenal dengan Ospek.

Mereka bertiga bahkan mendapat luka tusukan pada bagian kepala dan badan.

Korban Maulana pun membeberkan duduk perkara dan kronologi kejadian pengeroyokan yang terjadi pada Kamis (1/9) sekitar pukul 17.15 WIB itu.

Awalnya mereka sedang mengibarkan bendera organisasi mahasiswa ekstra (ormek). Oknum panitia PBAK lantas mendatangi para korban dan menanyakan terkait izin kegiatan pengibaran bendera itu.

“Kami tanya balik bagaimana prosedur izin pengibaran bendera, minta contohnya. Senat mahasiswa tidak dapat memberikan jawaban solutif, malah disuruh tanya kepada atasan, lalu kami jawab atasan siapa. Mereka balik membalas senat mahasiswa,” kata Maulana, Jumat (2/9).

Oknum panitia PBAK itu juga sempat mengingatkan jika terjadi sesuatu, mereka tidak akan bertanggung jawab lalu meninggalkan ketiga mahasiswa tersebut.

Beberapa menit kemudian, sekitar 20 orang datang yang terdiri atas panitia PBAK, Senat dan Dewan Eksekutif Mahasiswa.

“Mereka menanyakan izin kepada kami. Kami membalas seperti ucapan di atas perihal prosedur dan mereka tidak bisa membuktikan,” ujar Maulana.

Setelah itu, korban dipukul dan keributan akhirnya tak terhindarkan. Pengeroyokan tersebut berhenti setelah petugas sekuriti datang.

“Enggak kerasa kepala belakang saya berdarah dan ada luka tusuk di badan. Teman saya Aden luka dalam akibat diinjak dan dipukul, sedangkan Multazam bengkak. Yang paling parah saya dan Mas Aden,” tuturnya.

Di sisi lain, Koordinator Bidang Kerja Sama, Kelembagaan, dan Humas UINSA Ahmad Firdausi menjelaskan kejadian itu berawal saat tiga mahasiswa, yang bukan panitia, mengibarkan bendera ormek atau ormawa saat pelaksanaan PBAK 2022.

“Kesepakatannya saat pelaksanaan kegiatan PBAK hanya boleh memakai atribut UINSA dan fakultas,” kata Firdaus saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (3/9).

Dari situlah, muncul kesalahpahaman antara panitia PBAK dan tiga mahasiswa tersebut.

“Kesalahpahaman itu dipicu karena adanya kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai menjelang malam. Sama-sama lelah, jiwa muda, terjadilah kejadian yang memprihatinkan kami semua,” ujarnya.

Ketiga mahasiswa itu akhirnya membuat laporan ke Polsek Wonocolo atas dugaan penganiayaan.

Baca juga !