Sat. Jan 28th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pengaruh Ferdy Sambo Belum Habis, Penyidik Sapa Alumnus Smansa Makassar itu Jenderal

3 min read

JAKARTA — Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo disapa jenderal dalam adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Sapaan jenderal tersebut seolah menunjukkan pengaruh Irjen Ferdy Sambo belum habis.

Padahal Irjen Ferdy Sambo telah dijatuhi sanksi putusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan sebagai anggota Polri.

Statusnya saat ini tersangka pembunuhan berencana. Ia terancaman maksimal hukuman mati.

Irjen Ferdy Sambo juga sudah jadi pesakitan dengan ditampilkan memakai baju tahanan oranye.�

Di punggungnya bertuliskan Tahanan Bareskrim Polri. Kedua tangannya diikat tali putih bagai borgol.

“Tapi senjatanya benar, jenderal?” kata penyidik bertanya kepada Irjen Ferdy Sambo dalam adegan rekonstruksi Selasa (30/8/2022).

Awalnya dalam adegan detik-detik pembunuhan Brigadir J, empat tersangka yakni Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf, datang ke lokasi penembakan bersama korban Brigadir J yang diperankan orang lain.

Tidak lama berselang, Ferdy Sambo yang menggunakan mobil lain pun datang ke lokasi kejadian.

Saat itu, mobil yang ditumpangi Ferdy Sambo sempat memutar balik di depan rumah ke arah rumah pribadi di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Setelah itu, Ferdy Sambo turun dari mobil dan berjalan menuju pintu gerbang.

Momen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (Kompas/Kristianto Purnomo) (Kompas.com)

Saat itu, Ferdy Sambo melakukan adegan pistol Glock 26 yang dibawanya jatuh.

Untuk memastikan fakta yang terjadi, seorang penyidik Bareskrim Polri sempat bertanya kepada Ferdy Sambo.

Penyidik itu masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan jenderal meski sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) telah memutuskan pemecatan terhadap suami Putri Candrawathi itu.

“Tapi senjatanya benar, jenderal?” kata penyidik tersebut bertanya kepada Ferdy Sambo.

Mantan Kadiv Propam itu hanya diam , dan menanggapinya dengan menganggukkan kepala.

Rekonstruksi kemudian dilanjutkan dengan adegan Ferdy Sambo ke dalam rumah dinasnya.

Dibawakan Air Minum

Saat menjalani sebuah adegan di rumah pribadinya, Ferdy Sambo dibawakan air minum oleh seorang anggota Brimob berseragam loreng.

Ferdy Sambo nampak ditemani oleh kuasa hukumnya, Arman Hanis.

Tangan Ferdy Sambo diikat tali ties.

Meski begitu, gaya duduk Ferdy Sambo tampak santai.

Dia meletakan kedua tangannya di atas meja.

Sesaat kemudian, seorang Brimob berseragam loreng mendekat ke arah Ferdy Sambo sambil membawakan air mineral untuk dalang pembunuh Brigadir J itu.

Ferdy Sambo lalu tampak tersenyum.

Diberitakan sebelumnya, Tim khusus (timsus) Polri selesai melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Total ada 74 adegan yang peragakan dalam rekonstruksi selama kurang lebih 7,5 jam.

Rekonstruksi meliputi kejadian di Magelang, Jawa Tengah, rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling, hingga rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Saya hadir bersama komisioner Komnas HAM, LPSK dan penyidik kita sudah melaksanakan rekonstruksi berlangsung 7,5 jam sesuai komitmen bapak Kapolri, Timsus diperintahkan setransparan mungkin,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).

Dedi menyebut rekonstruksi ini dilakukan secara transparan, akuntabel dan objektif.

Sehingga, pelaksanaannya dilakukan secara runut.

“Di TKP kedua Saguling 36 adegan dipergakan oleh tersangka dan saksi terkait demikian TKP terkahir di Duren Tiga ada 27 adegan diperankan semua oleh tersangka dan juga saksi masalah peristiwa tersebut,” jelasnya.

Awalnya proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J bakal memperagakan 78 adegan.

“Kegiatan yang di reka ulang meliputi peristiwa yang terjadi di rumah Magelang, rumah Saguling dan rumah Duren Tiga meliputi 78 Adegan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2022).

Andi menuturkan bahwa proses rekonstruksi bakal dilakukan di tiga tempat sekaligus.

Rinciannya, dua lokasi di Jakarta dan satu lokasi di Magelang, Jawa Tengah.

“Di rumah Magelang sebanyak 16 adegan meliputi peristiwa pada tanggal 4, 7 dan 8 Juli 2022,” jelas Andi.

Andi menuturkan bahwa dua lokasi rekonstruksi di Jakarta berada di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga dan Jalan Saguling.

“Di rumah Saguling sebanyak 35 adegan meliputi peristiwa pada tanggal 8 Juli dan paska pembunuhan Brigpol Joshua di rumah Kompleks Polri Duren Tiga sebanyak 27 adegan peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua,” katanya.

Baca juga !