Sat. Oct 1st, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

PKS Minta Rantai Pasokan Oksigen Dipangkas: Katanya Harga Naik 500%

2 min read

 

Lonjakan kasus COVID-19 berdampak permintaan tinggi tabung oksigen bagi pasien Corona. PKS meminta pemerintah memangkas rantai pasokan oksigen agar langsung didapat masyarakat untuk penanganan pasien Corona.

Ketua DPP PKS Kurniasih Mufidayati, dalam keterangannya, Senin (5/7/2021), menyebut pemerintah bisa mendorong swasta produsen dan distributor oksigen terlibat penuh dalam mendukung penyediaan oksigen untuk kebutuhan penanganan pasien COVID-19. Asosiasi pengusaha, seperti Apindo, Kadin, serta asosiasi produsen dan distributor gas dan oksigen, katanya, harus diajak langsung untuk memenuhi kebutuhan oksigen ini.

“Jika perlu, pemerintah buat kebijakan agar rantai pasok oksigen sampai ke konsumen masyarakat lebih dipangkas, tidak lagi melalui agen atau distributor kecil. Tapi langsung dari distributor utama. Lakukan semacam operasi pasokan langsung ke masyarakat dan faskes yang membutuhkan untuk penanganan pasien COVID-19. Perlu kebijakan extraordinary dalam situasi darurat sepert ini,” kata Kurniasih.

“BUMN harus menjadi yang terdepan dalam situasi darurat oksigen ini,” ujar Mufida.

Kenaikan harga tabung oksigen, menurut Mufida, juga perlu diawasi pemerintah, termasuk perlengkapannya dan pengisian oksigen yang mulai tidak wajar. Peran TNI dan Polri untuk mengawasi kenaikan harga tabung mau pun pengisian oksigen tak wajar diperlukan saat ini.

“Saya mendapatkan informasi kalau harga sudah meningkat tidak wajar, sampai 500%. Harga tabung yang biasa Rp 500 ribu melonjak sampai Rp 2,5 juta,” ucapnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya angkat bicara terkait makin langkanya tabung oksigen di masyarakat di tengah situasi pandemi Corona. Kemenkes kini tengah mencari solusi terbaik.

“Permasalahan ini sedang kita coba carikan solusi dan jalan terbaik ya,” jelas Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (4/7).

Salah satu solusinya, beber Siti, adalah Kemenkes akan mendorong industri gas untuk memprioritaskan produksi oksigen.

“Mendorong industri untuk mengalihkan produksi gasnya prioritas ke produksi oksigen kesehatan,” tuturnya.

Baca juga !