Mon. Feb 6th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Raker dengan Komisi X, Menpora Paparkan RKAK/L dan RKP Kemenpora 2022

3 min read

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menghadiri rapat kerja dengan Komisi X DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021).

Raker kali ini mengagendakan pembahasan RKAK/L dan RKP Kemenpora Tahun anggaran 2022 yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dan didampingi Wakil Ketua Komisi Hetifah Sjaifudian.

Pada kesempatan ini, Amali memaparkan sejumlah hal, antara lain program prioritas Kemenpora 2020-2024, nomenklatur prioritas Kemenpora dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022, dan arah kebijakan, highlight target, indikator serta sasaran terkait kepemudaan dan keolahragaan tahun 2022.

Menuru Amali, dalam menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2022 dan nomenklatur prioritas, Kemenpora akan tetap menyesuaikan dengan Program Prioritas Kemenpora 2020-2024 yakni pertama, perbaikan tata kelola, penyederhanaan regulasi, penyesuaian birokrasi dan peningkatan kecepatan pelayanan publik.

Kedua, pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

Ketiga, penguatan ideologi pancasila dan karakter serta budaya bangsa dikalangan pemuda. Kemudian keempat, pemassalan dan pemasyarakatan olahraga yang menimbulkan kegemaran untuk hidup lebih sehat dan bugar dikalangan masyarakat.

Kelima, pembinaan usia dini dan peningkatan prestasi atlet yang terencana dan berkesinambungan.

“Kami menyusun perencanaan program ini tetap tidak lari dari panduan Program Prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga. Walaupun ini sudah pernah saya sampaikan, tetapi untuk mengingatkan kita kembali bahwa kami tidak pernah bergeser dari program prioritas itu,” kata Menpora Amali.

Sementara untuk nomenklatur prioritas dalam RKP 2022, Amali menjelaskan bahwa pihaknya akan memiliki program prioritas nasional pertama yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkedailan.

Sementara untuk program prioritasnya, yakni penguatan wirausahaan, UMKM dan Koperasi. Dan kegiatan prioritasnya yaitu peningkatkan penciptaan start up dan peluang usaha. Untuk proyek prioritas yakni pertama pelatihan kewirausaan, kedua penumbuhan wirausaha mapan.

Program Nasional selanjutnya, yaitu meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing. Untuk program prioritasnya, pertama peningkatkan kulitas anak, perempuan, dan pemuda. Kedua, peningkatkan produktivitas dan daya saing.

“Kegiatan prioritasnya, kualitas pemuda dan prestasi olahraga,” ujarnya.

Program Nasional adalah revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Untuk program prioritasnya yakni revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila untuk memperkukuh ketahanan budaya bangsa dan membentuk mentalitas bangsa yang maju, modern, dan berkarakter.

“Dan juga diikuti oleh kegiatan prioritas yang pertama yang direvolusi mental dalam sistem pendidikan untuk memperkuat nilai integritas, etos kerja, gotong royong dan budi pekerti. Begitu juga proyek prioritasnya juga mengikuti yakni peningkatan kepeloporan dan kesukarelawanan pemuda serta pengembangan pendidikan kepramukaan,” ungkapnya.

Program nasional selanjutnya, memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik. Program prioritasnya, yakni menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Selanjutnya kegiatan prioritasnya, dalam penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat. Serta proyek prioritas yaitu peningkatan pencegahan penyalahgunaan dan rehabilitasi narkotika,” jelasnya.

Dengan demikian, Kemenpora mengajukan perubahan anggaran untuk Pagu Antar Program dan Antar Fungsi pada RAPBN tahun 2022 sebesar Rp.1.948. 783. 392. 000. Nominal ini masih sama dari pagu indikatif yang diajukan sebelumnya yaitu sebesar Rp.1.948. 783. 392. 000.

Anggaran ini dibagi untuk program dan fungsi. Untuk program antara lain program dukungan manajemen sebesar Rp.323.317.508.800, program kepemudaan sebsar Rp.183.878. 339. 200, dan program keolahragaan sebesar 1.441.587.544.000.

Sementara untuk anggaran fungsi, antara lain untuk fungsi layanan sebsar Rp.323.317.508.800, fungsi pendidikan sebsar Rp.412.360.387.200, dan fungsi pariwisata sebesar Rp.1.213.105.496.000.

Terkait penggunaan secara detail anggaran tersebut, Menpora mempersilahkan DPR untuk mendalaminya pada rapat selanjutnya atau konsinyering.”Saya yakin, pasti dalam kesempatan ini tidak akan punya kesempatan bertanya dan menggali lebih dalam. Maka kami akan siap dengan penjelasan lengkapnya pada saat konsinyering nanti,” ungkapnya.

Baca juga !