Mon. Feb 6th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Replika Bunga Kecubung Raksasa Hiasi Bukit Cubung Kulon Progo, Cantiknya!

3 min read

Jakarta – Ada yang berbeda pada Bukit Cubung di Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Destinasi wisata yang dikembangkan masyarakat itu kini semakin cantik dengan kehadiran replika Bunga Kecubung berukuran raksasa.
Ialah Mamik Slamet dan Rohmat Mustofa sosok di balik karya seni instalasi tersebut. Kecubung dipilih karena dahulu Kapanewon Lendah, ihwal khusus Kalurahan Jatirejo, -lokasi destinasi wisata Bukit Cubung- dikenal sebagai daerah habitat tumbuhan tersebut.

“Karya instalasi ini kami namai Ekspresi Kecubung. Nama ini kami ambil karena dulunya di wilayah Lendah khususnya Kalurahan Jatirejo, banyak ditemui tumbuhan kecubung, sehingga kami ingin potensi lokal ini bisa lebih dikenal masyarakat,” kata Mamik, saat ditemui dalam launching Karya Seni Instalasi Bunga Kecubung di kawasan Bukit Cubung, Jumat (24/9/2021).

Karya instalasi seni Bunga Kecubung yang terpasang di kawasan Bukit Cubung, Kulon Progo (Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Dalam pengerjaan karya, dua seniman asal Lendah itu menggunakan bambu apus sebagai material utama. Bilahan bambu dirangkai sedemikian rupa hingga menyerupai wujud Bunga Kecubung. Untuk menguatkan struktur, dipasang kerangka besi di bagian dalam replika. Adapun proses pengerjaan karya memakan waktu hingga 4 minggu.

“Pengerjaannya tidak banyak menemui kendala, hanya memang cukup sulit, karena bilahan bambu ini tidak diikat, tetapi diselipkan satu persatu sampai kokoh,” kata Mamik.

Mamik menjelaskan setiap sudut karya seni instalasi ini memiliki makna tersendiri. Misalnya, ratusan bilahan bambu yang menyatu menggambarkan sifat kegotongroyongan masyarakat Indonesia yang diharapkan bisa terus terjaga.

Pun demikian dengan replika bunga kecubung yang mirip seperti terompet, dimaknai sebagai corong penyampai pesan bahwa Kulon Progo khususnya Bukit Cubung menyimpan banyak potensi yang menarik untuk dikunjungi.

“Bunga cubung itu nama jawanya kan Kembang Torong, dari situ kami visualisasikan estetikanya ke dalam bentuk alat musik terompet, tujuan kami ini menggaungkan karya seni instalasi ini ke seluruh penjuru dunia, supaya mereka beramai-ramai datang ke sini dan menikmati keindahan alam bukit cubung ini,” ucap Mamik.
Program Pemberdayaan Seniman di Masa Paceklik
Kehadiran replika Bunga Kecubung di Destinasi Wisata Bukit Cubung merupakan program Dinas Pariwisata Kulon Progo. Kegiatan yang pendanaannya bersumber dari Dana Keistimewaan DIY itu bertujuan untuk memberdayakan para seniman lokal, khususnya bidang seni instalasi di masa pandemi COVID-19.

“Jadi ini kami menjalankan program Dana Keistimewaan. Unsur Dana Keistimewaan itu memang harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini kami ingin menggerakkan seniman-seniman yang terdampak oleh pandemi. Mereka kita ajak untuk kreatif dan produktif membuat karya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito di lokasi yang sama.

Karya instalasi seni Bunga Kecubung yang terpasang di kawasan Bukit Cubung, Kulon Progo(Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Joko menerangkan dalam program ini para seniman mendapat kucuran dana hingga Rp 40 juta. Mereka, secara simultan mengerjakan karya untuk ditempatkan di sejumlah destinasi antara lain Bukit Cubung, Pantai Trisik, Kebun Teh Nglinggo dan Gunung Kendil.

“Titik-titik yang kami pilih adalah titik titik yang butuh support energi, contohnya Bukit Cubung yang dikelola oleh BUMDes Jatierjo ini, mereka punya spekulasi untuk mengembangkan area ini jadi area kuliner, dan kuliner adalah juga wilayah binaannya Dinas Pariwisata,” ucapnya.

“Saya kira dengan tambahan aksen wisata ini akan menambah gereget wisata khususnya di kawasan Bukit Cubung ini,” pungkas Joko.

Baca juga !