Mon. Dec 5th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Saham Sektor Properti Mulai Bangkit Tahun Ini

2 min read

JAKARTA. Sektor properti disinyalir akan bangkit. Salah satu katalisnya berangkat dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan KPR 9,8% yoy menjadi Rp 98,2 triliun. Lalu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pada periode Januari-Maret 2022 menyalurkan kredit mencapai Rp 277,13 triliun. Kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp 248,57 triliun.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai sektor properti memang sudah mulai menggeliat. “Namun, belum seluruhnya pulih dan hanya berlangsung sesaat saja,” ujar dia kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Menurut Nico, ketidakpastian di pasar masih menjadi salah satu alasan masyarakat menahan konsumsinya. Apalagi ketidakpastian kian bertambah seiring sejalan dengan kenaikan harga bahan bahan pokok di masyarakat.

Dia memaparkan bahwa penyaluran kredit memang terus membaik. Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah pada awal tahun 2022 situasi dan kondisinya belum seperti sekarang.

Situasi dan kondisi bertambah kian tidak pasti karena adanya perang yang mendorong berbagai harga naik. Kenaikan harga bahan bakar turut mengangkat harga makanan. Berbagai kenaikan harga akhirnya mengerek inflasi.

“Hal ini yang kami perkirakan setelah mengalami awal yang bagus, sektor properti akan terlihat kembali turun, meskipun secara jangka panjang sektor ini berpeluang besar untuk pulih tahun ini,” kata Nico.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora berpendapat bahwa secara siklus usai batubara mengalami kenaikan umumnya akan berlanjut ke sektor properti. Karena itu, dia memproyeksikan emiten-emiten properti bakal tetap naik yang juga ditopang oleh suku bunga saat ini yang masih rendah dan juga insentif dari pemerintah sampai September 2022.

Nah, pada semester kedua memang diperkirakan suku bunga akan naik. Lalu, pada kuartal keempat insentif sudah berakhir. Tapi Andhika memperkirakan properti masih akan tetap kuat didorong oleh pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat yang membaik.

“Sehingga diperkirakan permintaan akan properti masih tetap tinggi,” ujar dia.

Katalis negatif akan datang dari inflasi. Walau begitu, harga saham emiten-emiten properti dinilainya tidak akan kian tertekan lantaran harga sahamnya saat ini sudah tertekan.

Dari berbagai hal tersebut, kedua analis menjagokan saham BSDE dan CTRA. Nico menambahkan, pilihan pada dua emiten tersebut sebab memperhatikan pendapatan berulang di dalamnya sehingga mampu untuk menjaga arus kas dengan baik.

Baca juga !