Wed. Sep 28th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Sama Rata Sanksi ke Pendukung Ganjar-Puan yang Lawan Arahan Mega

3 min read

Jakarta – PDIP menegaskan bakal memberi sanksi yang sama rata kepada kadernya yang mendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani sebagai capres 2024. Sanksi bakal diberikan gegara para pendukung Ganjar dan Puan itu dianggap mendahului keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sebagai informasi, ada sejumlah kader PDIP yang mendukung Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, sebagai capres di 2024. Para kader PDIP itu kemudian membuat Barisan Celeng Berjuang.

Selain itu, ada pula relawan yang mendukung Ketua DPR, Puan Maharani, sebagai Capres 2024. Mereka menamakan diri sebagai Gema Puan. Ketua DPC PDIP Kebumen, Saiful Hadi, secara terbuka memberikan dukungan untuk Puan dan menyatakan dukungan mereka untuk Puan beda dengan relawan Ganjar.

PDIP Tegaskan Sanksi Merata
DPP PDIP menegaskan bakal memberi sanksi kepada pengurus yang mendeklarasikan capres atau cawapres sebelum ada keputusan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. PDIP tidak akan pandang bulu dalam memberi sanksi, baik ke pendukung Puan ataupun Ganjar.

“Kalau kita yang menyampaikan, ini (sanksi) berlaku untuk seluruh kader. Jadi kader-kader itu, karena mereka ini ditugaskan partai memimpin struktur, maka mereka harus mengerti aturan-aturan yang berlaku di partai. Ini bukan kecuali, semua kader-kader partai yang terikat, terlibat dalam kongres harus tahu itu,” kata Ketua bidang Kehormatan Partai DPP PDIP, Komarudin Watubun kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

“Mereka jangan pecah-pecah, masing-masing mau mengajukan calon yang tidak pada tempatnya atau pada waktunya. Jadi itu berlaku bagi semua tanpa kecuali,” imbuhnya.

Komarudin menegaskan kewenangan memberikan dukungan terhadap capres dan cawapres ada di tangan Megawati selaku Ketum PDIP. Aturan itu merupakan keputusan kongres di Bali yang mana dihadiri para pengurus dari tingkat pusat hingga ranting.

Anggota DPR RI itu menegaskan seluruh pengurus PDIP harus mengerti dan wajib patuh terhadap aturan partai. Komarudin mengimbau kader menyampaikan aspirasi lewat forum resmi, bukan mendeklarasikan dukungan ke Ganjar atau Puan.

“Saya harap, sebagai Ketua Dewan Kehormatan, sebagai yang ditugaskan oleh Ibu Ketua Umum untuk melihat penegakan kode etik, disiplin dalam partai, saya meminta mereka, struktur partai, untuk tegak lurus, berpegang teguh dalam aturan partai, yang di dalamnya mereka juga membuat keputusan itu,” ujar Komarudin.

Minta Kader Tahan Diri
Komarudin juga menyoroti kader PDIP yang saling olok di depan publik. Dia meminta semua kader PDIP menahan diri.

“Kader-kader, baik di tingkat pusat dan daerah, saling menahan diri, tidak perlu saling mengolok-olok satu sama lain di media, itu tidak bagus,” ujarnya.

Komarudin mengatakan PDIP sedang bersiap menghadapi kekuatan dari luar. Dia berharap setiap kader bekerja sama dan tidak saling olok.

“Kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kekuatan sendiri dari luar, jangan antar kader di dalam partai, itu tidak bagus. Baik juga untuk penempatan bahasa, kalimat yang memang tidak perlu, tidak perlu dipakai, supaya tidak mengundang aksi dan reaksi antar sesama kader,” sambung dia.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada sekelompok pihak yang memang menolak kerja keras lewat kaderisasi secara sistemik dengan mencalonkan pihak tertentu.

Hasto mengatakan pihak tersebut juga yang akhirnya mengambil jalan pintas. Mereka, kata dia, juga mendukung calon tertentu untuk maju sebagai capres 2024 atas subjektivitas dan kepentingan pribadi.

“Mengambil jalan pintas dengan mencalonkan tertentu dengan berbagai subjektivitas kepentingan,” ucapnya.

Namun, Hasto tidak mengungkap siapa pihak yang melakukan hal tersebut. Dia mengatakan PDIP selalu mencermati dinamika politik yang berkembang.

“Partai terus mencermati dinamika politik yang berkembang. Seluruh kader dan anggota Partai terus memegang disiplin dan lebih memilih membantu rakyat di dalam seluruh program recovery atas dampak pandemi,” ujarnya.

Hasto juga menyebut PDIP memiliki banyak kader yang berpotensi sebagai capres. Nama dua anak Megawati masuk dalam deretan nama yang disebut Hasto.

“Sosok seperti Presiden Jokowi, Mas Prananda Prabowo, Mbak Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, Mardani H Maming, Sultan Riska dll lahir dari mekanisme kaderisasi partai,” ucapnya.

“PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi partai. Itu semua perlu kerja sistemik melalui bangunan organisasi kepartaian. Jadi terkait dengan capres dan cawapres, Partai memiliki banyak kader yang mumpuni yang telah dipersiapkan partai,” lanjutnya.

Baca juga !