Wed. Sep 28th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Sejarah Lagu Penobatan Raja Inggris dan Nyanyian Liga Champions

2 min read

LONDON – Bagi yang sering menyaksikan laga-laga Liga Champions tentu sangat mengenal lagu resmi untuk kompetisi antarklub di Eropa itu. Sebutannya UEFA Champions League Anthem (Lagu Kebangsaan Liga Champions UEFA).

Lagu yang diputar menjelang laga, saat jeda, maupun seusai pertandingan itu begitu ikonis. Ternyata lagu itu punya sejarah panjang.

Judul lagunya Zadok The Priest. Adapun penggubahnya ialah George Frideric Handel.

Komponis asal Jerman itu menggubah Zadok The Priest pada 1727. Lagu pesanan Raja George II itu terinspirasi dari Kitab Raja-Raja.

Dalam kitab itu dikisahkan tentang Nabi Nathan dan imam Yahudi bernama Zadok mengurapi Salomo sebagai raja Israel.

“Kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup Raja Salomo!” begitulah tertulis dalam 1 Raja-Raja 1:34.

Berikut ini sebagian lirik Zadok The Priest yang masyhur itu:

Zadok the priest

and Nathan the prophet

anointed Solomon king

And all the people rejoiced and said:

“God save the King!

Long live the King!

May the King live forever!

Amen! Amen! Alleluia!”

Syahdan, komposer asal Inggris Tony Britten menggarap ulang Zadok The Priest pada 1992 untuk UEFA Champions League Anthem. Lagu itu memadukan paduan suara dan musik yang kuat.

Sejak itulah akhirnya orang lebih mengenal Zadok The Priest sebagai lagu resmi Liga Champions ketimbang komposisi yang terinspirasi kitab suci.

Namun, bagi warga Britania Raya, lagu itu bukan sekadar tembang resmi UEFA. Lagu itu juga dipakai untuk penobatan raja maupun ratu Kerajaan Inggris.

Sejarah penggunaan Zadok The Priest untuk penobatan pemimpin tertinggi Kerajaan Inggris dimulai pada 11 Oktober 1727. Lagu itu diperdengarkan pertama kali saat penobatan Raja George II.

Raja yang demen musik itu meminta Handel membuat komposisi untuk pemahkotaannya. Sejak itu pula komponis kelahiran Jerman tersebut menjadi warga negara Inggris.

Handel lahir di 23 Februari 1685. Dia tiba di Inggris pada 1710, lalu menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai komponis di London.

Tradisi penggunaan Zadok The Priest untuk penobatan raja maupun ratu Ingris terus berlanjut. Saat Ratu Elizabeth II naik takhta pada 6 Februari 1952, lagu itu dimainkan untuk penobatannya.

Ningrat kelahiran 21 April 1926 itu meninggal pada 8 September 2022. Setelah Ratu Elizabeth II mangkat, Pangeran Charles selaku putra mahkota pun naik takhta.

Saat tokoh bernama asli Charles Philip Arthur George itu naik takhta menjadi Raja Charles III, Zadok The Priest juga menjadi lagu pengiringnya.

Baca juga !