Tue. Oct 4th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Varian Delta Mengganas, Selandia Baru Tinggalkan Strategi Nol Corona

3 min read

Wellington – Selandia Baru menjadi negara terkini yang meninggalkan strategi nol virus Corona (COVID-19) di tengah semakin mengganasnya varian Delta yang sangat mudah menular. Varian Delta yang tergolong sulit dihentikan penyebarannya semakin dominan di negara tersebut.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (5/10/2021), otoritas Selandia Baru mengumumkan pada Senin (4/10) waktu setempat bahwa negaranya tidak lagi menerapkan pendekatan nol Corona, yang merupakan salah satu pendekatan paling ketat di dunia dalam mengendalikan penyebaran Corona.

Pendekatan ini berarti mengeliminasi semua kasus Corona di negara tersebut. Strategi nol Corona, yang juga diterapkan di China dan Taiwan, mencakup penerapan lockdown ketat — bahkan jika hanya terdeteksi satu kasus atau sedikit kasus — dan pengujian secara ekstensif, perbatasan yang dikontrol ketat atau ditutup, serta sistem pelacakan kontak secara erat dan karantina wajib.

Langkah Selandia Baru meninggalkan strategi nol Corona diputuskan setelah lockdown di kota Auckland gagal menghentikan penyebaran Corona yang didominasi varian Delta. Varian itu diperkirakan 60 persen lebih mudah menular dibanding varian asli, Alfa, yang ditemukan akhir tahun 2020.

Selandia Baru sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara yang sangat ketat dalam menangani COVID. Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, menempatkan negaranya di bawah lockdown pada Agustus lalu setelah satu kasus Corona varian Delta terdeteksi di Auckland.

Namun pada Senin (4/10) waktu setempat, Ardern menjelaskan bahwa lockdown akan dilonggarkan secara bertahap dan strategi Selandia Baru dalam menghadapi Corona akan berubah.

“Untuk wabah ini, jelas bahwa pembatasan ketat untuk periode lama tidak membawa kita pada nol kasus,” ucap Ardern dalam konferensi pers terbaru. “Tapi tidak apa-apa. Eliminasi itu penting karena kita tidak punya vaksin. Sekarang kita memilikinya, jadi kita bisa mulai mengubah cara kita melakukan sesuatu,” imbuhnya.
Namun Ardern mengingatkan bahwa masih penting untuk mempertahankan kontrol yang ketat tanpa melupakan perlunya “mengatasi dan mengendalikan virus sebisa mungkin, sementara kita melakukan transisi dari tempat di mana kita hanya menggunakan pembatasan ketat ke tempat di mana kita menggunakan vaksin dalam langkah kesehatan masyarakat sehari-hari.”

Mengapa Strategi Nol Corona Tak Berhasil?

Ini menjadi momen pertama Selandia Baru mengisyaratkan pergeseran dari strategi nol Corona untuk pertama kalinya. Selandia Baru menyusul langkah negara tetangganya, Australia, yang lebih dulu meninggalkan strategi nol Corona pada awal September lalu dan bergeser ke pendekatan ‘belajar hidup’ dengan virus.

Seperti Selandia Baru, Australia beralih strategi setelah memberlakukan lockdown ketat di Melbourne. Pada saat itu, Premier negara bagian Victoria, Daniel Andrews, menjelaskan bahwa “kita telah mengerahkan segalanya untuk ini, tetapi sekarang jelas bagi kita bahwa kita tidak akan menurunkan angka-angka ini, angkanya malah naik.”

Perubahan strategi tidak mengejutkan para ahli karena varian Delta telah menunjukkan pendekatan semacam itu adalah sia-sia.

“Tidak mengherankan bahwa Selandia Baru telah meninggalkan strategi ‘nol COVID’- varian Delta yang sangat menular telah mengubah permainan dan berarti bahwa strategi eliminasi tidak lagi dapat dilakukan,” sebut Lawrence Young, ahli virus dan profesor molecular oncology di Universitas Warwick, kepada CNBC.

“Itu tidak berarti bahwa pendekatan tegas Selandia Baru dan Australia dalam menghadapi pandemi — pembatasan perbatasan yang ketat, karantina dan pelacakan kontak yang kuat — tidak efektif, tetapi pembatasan ketat yang terus berlanjut akan merusak individu dan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menyebut kebijakan nol COVID akan lebih sulit ketika seluruh dunia mulai terbuka, namun dia memperingatkan bahwa orang-orang harus tetap waspada. “Kita perlu menghentikan penyebaran dan mutasi virus dengan melakukan segala yang kita bisa untuk mendukung peluncuran vaksin secara global,” cetusnya.

Baca juga !